After the Buzz

Review Penggunaan Asus Zenfone 5

Jumat, 06 Februari 2015 02:40

Asus Zenfone 5

Saya bisa dibilang pecinta gadget dan elektronik, termaksuk handphone, kalau soal device yang satu ini saya bisa dibilang lumayan kritis, memang saya sering berganti ganti handphone, bukan karena apa, tapi karena soal kenyamanan.


Salah satu Handphone terakhir saya adalah Asus Zenfone 5, saya beli karena saya lumayan penasaran dengan boomingnya handphone ini di pasaran. Karena satu dan lain hal, yang salah satunya adalah melonjaknya harga device tersebut menjadi harga yang kurang masuk akal, akhirnya saya memutuskan tidak membeli handphone ini.


Keputusan saya ternyata tepat, beberapa bulan setelah pertama launching, harga handphone ini turun kembali ke harga yang menurut saya normal, itupun ga sengaja, kebetulan lihat lihat dan di tawarin sama salesnya, nanya nanya, akhirnya dibelilah handphone ini seharga Rp. 2.400.000,-


Ternyata saya mendapatkan yang versi RAM 2GB, jujur saat awal membeli saya kurang begitu ngeh, karena seingat saya harga segitu ya untuk versi RAM 1GB, ternyata harganya turun lumayan juga.


Oh ya, saya termaksuk orang yang bosenan dan perfeksionis, beberapa Handphone saya umurnya tidak pernah mencapai 1 bulan, karena buat saya banyak faktor yang membuat handphone itu bagus, bukan soal harga, spesifikasi dsb, lebih ke personal choice aja mungkin, Asus Zenfone ini adalah Handphone ke 4 saya yang umurnya bisa lebih dari 3 bulan, rekor penggunaan harian paling lama masih dipegang oleh iPhone 4S selama 14 bulan.


Entah mengapa pilihan untuk membeli Asus Zenfone 5 ini menurut saya menjadi pilihan yang tepat buat saya, dengan spesifikasi standar handphone mid-end, dan fitur fiturnya membuat saya bahkan tidak berminat mengganti handphone (kecuali ke Google Nexus series, dan itupun hanya Nexus 6).


Fitur yang saya maksud disini salah satunya adalah Call Recording, simple tapi bermanfaat, bisa di set otomatis begitu call langsung ngerekam, buat saya fitur ini lebih bermanfaat dari fitur fitur gimmick macam airplay dan air air lainnya.


Salah satu fitur yang saya suka adalah Do Not Disturb, disini saya bisa memblacklist nomor yang saya tidak kenal, memblokir messagenya bahkan mengatur supaya nomor anda hanya bisa dihubungi oleh nomor tertentu saja.


Saya gak mau bicara soal kamera dsb, karena udah telat kelesss.. Asus aja udah mengumumkan Asus Zenfone 2 di CES 2015


sebenarnya 2 fitur diatas bisa digunakan menggunakan applikasi yang tersedia di Play Store, tapi kembali lagi, saya bukan orang yang suka browsing di Play Store.

apalagi ditambah sejak Android 4.4, fitur macam Message Blacklist tidak dapat digunakan di device Android.


Jadi bisa dibilang Fitur di sajikan oleh Asus Zenfone 5 ini cukup untuk dapat menemani keseharian saya, saya juga tidak suka gaming, hampir di semua handphone yang saya miliki, Game yang di Install bisa dihitung dengan jari, paling yang saya ingat cuma Billard dan Flappy Bird, thats it.


Buat orang seperti saya Asus Zenfone 5, dengan 16 GB storage dan 2GB RAM sudah lebih dari cukup, Keyboard virtualnya pun sangat apik di layar 5 inch (alasan utama saya membeli handphone dengan layar besar).


Ada Baik pasti ada buruknya, kalau ada yang bertanya apakah saya akan membeli Asus Zenfone 2? hmm, mungkin akan saya jawab TIDAK, bukan karena handphone ini buruk, tapi karena dukungan yang buat saya sangat kurang, ambil contoh, untuk copy paste dari dari Mac ke Asus dibutuhkan Third party apps call "Android File Transfer" kenapa Asus tidak buat saja seperti Samsung Kies atau Sony? Karena Third Party apps itu kadang sangat menggangu, jujur, apabila tidak perlu banget, saya tidak akan menginstall 3rd party apps, tapi apa mau dikata, Asus belum menyediakan.


Kedua, soal customisasi, tidak perduli seberapa laku kerasnya device ini, sangat jarang saya lihat di xda-developers orang orang mengembangkan CROM untuk device ini, yang saya lihat 90% hanya menanyakan kapan rilis dsb dsb, mirisnya, CROM untuk handphone saya yang sudah di pensiunkan malah tersedia, bahkan menggunakan basis Android L pulak.


Dengan Spek seperti ini, jujur saya ingin melihat Asus Zenfone 5 menggunakan Android L, manis kali ya! Untuk itu saya coba sabar sabar menunggu Asus merilis Android L untuk Zenfone series, ya kali aja hasil nya bagus, berarti bye bye nexus.

Read also

Tentang Penulis

Reza Adhi Jakarta

Systems Engineer, Jatuh cinta dengan teknologi, startup dan Programming. Punya harapan agar tulisan saya bisa memberikan pandangan lain tentang teknologi.