Seharusnya Teknologi Informasi jangan jadi sekedar pendukung

Kamis, 05 Februari 2015 13:58
Sepertinya tidak adil apabila kita membandingan kondisi I.T. di Indonesia dengan negara lain seperti Australia, Singapura ataupun Jepang. Saat ini Indonesia bertengger di peringkat 101, bahkan peringkat 3 terbawah di Asia Tenggara.


Era keterbukaan informasi sepertinya dimulai sejak pemerintah mencanangkan e-KTP, iya, itu proyek yang di garap oleh Kementrian dalam Negeri dan sempat di stop oleh Kementrian dalam Negeri, Kartu Identitas kita yang tadinya hanya Paper Based dibuat menjadi Internet Based.


Tapi pada akhirnya, Proyek ini menjadi seperti proyek suka suka sing penting beres, terbukti dengan banyaknya alasan yang dilontarkan pihak penyelengara e-KTP, mulai dari kurangnya tenaga hingga infrastruktur di lontarkan.


Ambil Contoh, di Australia misalnya, Kepemilikan Kendaraan Bermotor terdaftar secara online, jadi apabila anda diberhentikan oleh polisi dan anda kebetulan kelupaan bawa Surat Surat, Polisi bisa mengecek kepemilikan kendaraan anda secara instan.


Mendaftarkan kendaraan anda juga sangat mudah, bahkan kendaraan anda sebenarnya sudah terdaftar sejak kendaraan tersebut masuk ke dalam Australia, jadi saat anda membeli motor kemudian datang ke kantor pelayanan semacam samsatnya, ya disitu tidak ada lagi gesek gesek rangka, yang perlu dilakukan hanya mengupdate kepemilikan motor tersebut. Boom! 20 menit kelar.


Saat jadi pun, Seritifikat Pendaftaraan kendaraan kita (BPKB) pun bentuknya sangat sederhana, saking sederhananya, hanya berbentuk kertas Letter.

Read also

Tentang Penulis

Reza Adhi Jakarta

Systems Engineer, Jatuh cinta dengan teknologi, startup dan Programming. Punya harapan agar tulisan saya bisa memberikan pandangan lain tentang teknologi.