Cerita pengalaman

Ngomongin Talk Fusion ah!

Sabtu, 30 September 2017 11:19

Picture by www.cnnindonesia.com

Beberapa hari ini beranda Facebook gw dipenuhi oleh status dan berita mengenai Talk Fusion, seperti berita dari CNN Indonesia yang bisa anda baca di sini.

Flashback singkat, sekitar (lupa tepatnya) 3/4 tahun yang lalu saya sempat diprospekin sama agen Talk Fusion, saya pribadi sangat anti dengan bisnis yang diharuskan merekrut orang, atau disuruh menjual produk abal-abal dengan tujuan utamanya ya tetep merekrut orang.

Tapi agen ini berhasil mencuri waktu saya, karena embel-embel yang dia pakai bukan MLM, tapi mengajak saya berdiskusi tentang Startup yang mana kebetulan saat itu juga perusahaan saya sedang mencari pendanaan untuk dapat bertahan hidup.

Bertemulah saya di sebuah kafe dikawasan SCBD, datang lah dia dengan pakaian parlente, mulailah dia mempresentasikan Talk Fusion dengan gaya bicara yang energik.

Tidak lama berbicara, dia mulai memamerkan seluruh prestasi dia sebagai Marketing Real Estate, yang menurut saya, saat itu sangat tidak relevant dengan produk yang saat itu dia presentasikan, insting saya mulai curiga, but as always, don't judge a book by its cover.

Makin saya dengar dia bicara, makin saya tau juga kalau saya dijebak, "Ini sih prospek MLM!" KMPRT!

Akhirnya dia saya potong dan saya bilang ke dia "Okay, jadi lo minta gw bayar 13jt untuk sebuah fitur yang gw bisa dapatkan dimanapun secara gratis?" terus mulai lah dia jawab dengan jawaban ala-ala template yang hanya sedikit menjawab pertanyaan gw.

Sampai akhirnya gw muak, berikut sisa percakapan gw dan agen TF tersebut.

*R mewakli gw, TF mewakili agen TF.

R : Bro, kalo elo bisa ngeyakinin gw untuk keluarin uang 1 rupiah pun untuk gabung ke bisnis ini atau bisnis bisnis berbau MLM yang lain, elo akan menjadi orang pertama yang berhasil melakukan itu.

TF : wah bagus dong, karena prospek bisnis ini sangat besar, bayangin aja kalo bla bla bla bla, kamu bisa jadi yang pertama.

R : Kalo gitu, lo bayarin dong biaya pendaftaran gw.

TF : Wah gak bisa, nanti kalo ditalangin dulu, pada gak kerja keras dong.

R : Berarti lo gak percaya dong sama gw? sama gw juga gak percaya sama elo dan produk elo, ini bukanlah billion dollar idea, dan gw bingung sama apa yang elo jual sama gw sekarang, cuma firasat gw bilang, ini pure MLM.

gak lama setelah itu, gw panggil pelayan minta Bill, dan langsung kabur ngibrit sejauh jauhnya, sampe di mobil, si agen nelepon lagi, ngajak menjadwalkan dengan leadernya, thanks but no thanks. Tutup telepon, langsung blokir!

Dari awal gw sudah curiga, mereka ini jualan Messenger, tapi kok malah presentasinya menuju ke MLM, kalo soal Conference Messenger, Skype saat itu sudah jadi raja-nya, kalo memang TF ini adalah the next bilion dollars idea, pasti mereka sudah ada dibawah radar Skype dan situs situs berita teknologi saat itu, tapi saya gak pernah denger tuh.

Sama kayak disini, ngakunya bisnis jualan kosmetik/pulsa/tiket, tapi begitu di telaah ada paragraf yang tulisannya "Ajak teman kamu menjadi agen, dan dapatkan komisi sebesar Rpxxxxx" Lo tau gak kenapa? karena kalo cuma dari jualan produk, si agen itu BUTUH WAKTU LAMA untuk balikin modal dia, jualan produk untungnya cuma Rp10.000, kalo rekrut agen baru dikasih Rp150.000, udah liat kan yang mana yang menguntungkan?

Buat perusahaan MLM yang kedoknya jualan produk, For Fuck sake! kalo jadi agen gratis aja elo udah menang banyak, lah ini lo suruh bayar pula.


Sumber Inspirasi

Read also

Tentang Penulis

Reza Adhi Jakarta

Systems Engineer, Jatuh cinta dengan teknologi, startup dan Programming. Punya harapan agar tulisan saya bisa memberikan pandangan lain tentang teknologi.