Beware of Social Engineering guys!

Senin, 09 Mei 2016 10:50

Hari ini saya dapat telepon, entah dari perusahaan mana saya lupa, menggunakan nomor telepon 6222 121881500, yang tiba tiba menanyakan tentang kartu kredit saya, saya mulai curiga saat dia tanya "yang aktif visa atau mastercard ya pak?" disini saya mulai berpikir, oh ini berarti dia gak ada hubungan sama bank.

Dia mulai bertanya soal Tanggal Expired Kartu saya, saya pastinya bertanya buat apa, dia cuma jawab buat konfirmasi, saya tanya lagi konfirmasi apa dan saya menjelaskan tentang prinsip saya untuk tidak membagikan informasi apapun yang berkaitan dengan transaksi menggunakan kartu kredit KECUALI oleh BCA CARD CENTER sendiri.

Si petugas menjelaskan sambil tertawa menjelaskan soal bagian mana saja yang menjadi bagian yang confidential. Tapi pengalaman saya mengajarkan saya untuk tidak pernah berbagi info tentang kartu kredit apapun dengan orang yang tidak dikenal.

Untuk menyelesaikan sebuah transaksi online menggunakan kartu kredit, hanya 3 info ini yang sangat dibutuhkan : Nomor Kartu, Tanggal Expired, CVV. Mudah gak? banget! nah yang lebih serunya lagi, sebenarnya didalam nomor kartu itu sendiri sudah ada kombinasi Expired dan CVV nya, jadi untuk cek kartu yang dimasukan valid atau enggak, gak perlu konek ke bank, cuma perlu rumus dan sedikit javascript aja.

Kok saya bisa tahu? iya, saya pernah belajar carding.

Makanya prinsip saya tidak akan memberikan informasi apapun mengenai KK, apalagi dari perusahaan yang saya aja gak inget pernah berhubungan.

Kembali ke awal, saya tetap ngotot gak akan kasih, mau yang nelpon itu ngakunya dari Istana Presiden sekalipun.

Eeeh akhirnya dia nyerah juga, telpon saya dimatiin, et padahal baru mau diocehin.

Apa yang sedang dilakukan namanya Social Engineering, itu masuk golongan hacking juga, tapi lo gak sadar udah ke hack, persis banget menurut gw. Dia akan merangkai kata biar sesuatu yang confidential itu tanpa lo sadari lo ucapkan, and it's dangerous move man.

Saya rasa, saya sudah terlalu lama berkutat didunia digital, sehingga mengetahui seberapa bahayanya bocornya identitas di dunia maya, buat saya privasi paling utama. Semoga cerita saya juga dapat menginspirasi anda untuk lebih berhati hati.

Apalagi kalau alasan yang diberikannya tidak masuk akal, Konfirmasi misalnya, mbok yo kalo konfirmasi itu kan banyak variabel lain yang lebih private malah, misal nama bujang Ibu Kandung, atau alamat mungkin, nah kalo mereka malah nanya to the point soal KK lo, langsung mainkan logika lo aja, masa iya konfirmasi, harus segitu wajibnya make data-data yang BCA sendiri aja minta untuk tidak dibagikan ke orang yang tidak dikenal.

Read also

Tentang Penulis

Reza Adhi Jakarta

Systems Engineer, Jatuh cinta dengan teknologi, startup dan Programming. Punya harapan agar tulisan saya bisa memberikan pandangan lain tentang teknologi.