GOJEK, tolong berhenti promosikan Texting and Driving.

Senin, 02 Mei 2016 13:30

Ini contoh yang benar. (Republika)

Dear Gojek, atau untuk semua penyedia layanan transportasi online, tolong dong, dibuat regulasi agar aplikasi anda hanya dapat digunakan apabila si driver sedang tidak bergerak.

Hari ini dalam perjalanan, gw sempat terkejut karena tiba tiba seorang driver gojek melambat lajunya selambat lambatnya di tengah jalan, begitu saya salip, ternyata sang driver sedang ngeliat handphone, gak tau liat apa, tapi saya juga yakin anda mengetahui si driver sedang lihat apps apa.

Menurut saya, semua tindakan yang menggangu perhatian si pengendara itu baiknya dilakukan saat berhenti, mau si pengendara menggunakan Tatakan Hape apalagi sampe megangin handphone.

Mungkin banyak yang berkata "ah cuma 10 detik" duh, dalam defensive driving, ada prinsip gini "Kamu yang hati-hati aja masih kurang" artinya jangankan 10 detik, 1 detik aja lo gak fokus ke lingkungan sekitar, bisa bisa lo sendiri yang jadi korban.

Hargai pengguna jalan lain dengan berhenti. Toh berhentinya cuma 10 detik toh? liat handphone, klik klik, jalan lagi. Simple kan? Gak pake merugikan orang lain, loh.

Saya rasa implementasi fitur ini seharusnya tidak sulit, karena si driver kan diwajibkan menghidupkan location services di gadgetnya, tinggal buat aja filter saat pertama kali apps dibuka untuk membaca kecepatan kendaraan, apabila diatas 5km/jam, berikan pemberitahuan dilayar untuk berhenti.

Berkendara di Jakarta itu agak beda dengan di tempat lain, butuh konsentrasi penuh, jadi mohon, sebaiknya penyedia jasa transportasi online dimanapun diwajibkan mengimpelementasikan fitur ini, dan STOP mempromosikan texting and driving.

Read also

Tentang Penulis

Reza Adhi Jakarta

Systems Engineer, Jatuh cinta dengan teknologi, startup dan Programming. Punya harapan agar tulisan saya bisa memberikan pandangan lain tentang teknologi.