Emangnya portfolio aja belom cukup?

Kamis, 28 April 2016 22:10

Menteri Susi aja pusing dengernya

Siapa sih yang gak pernah ditest saat mau ngelamar kerja?! Ya kalo model Psikotest atau Medical Checkup sih dimaklumin. Tapi kalo modelnya "Test Kemampuan" really?!

Entah apa yang ada dipikirannya, gak percaya atau aji mumpung? kalo dibilang gak percaya, kami pencari kerja kan selalu disuruh mencantumkan Portfolio di saat ngelamar. Kalo Aji mumpung? mungkin, tapi gw gak mau berspekulasi.

Saya adalah orang nya agak keberatan untuk "ditest" karena buat saya, semua pekerjaan besar atau kecil, butuh proses berpikir, dan proses berpikir itu tidak muncul instan, seketika saat elo tiba tiba dibilang "Coba buktikan", ah.

Buat saya yang (ngakunya) perfeksionis dan detail, gak bisa tuh disuruh "yang penting jadi"

Mungkin beberapa alasan mereka melakukan test adalah "Mencari yang paling kompeten", memang interview lisan masih kurang? saya pribadi lebih setuju disuruh buka source-code dan ngejelasin apa maksudnya (maklum analyst) daripada disuruh bikin baru lagi.

Kok terdengar egois ya? iya dong. Kalo Ide aja mahal, apalagi proses realisasinya, man.

Read also

Tentang Penulis

Reza Adhi Jakarta

Systems Engineer, Jatuh cinta dengan teknologi, startup dan Programming. Punya harapan agar tulisan saya bisa memberikan pandangan lain tentang teknologi.