RapidShare akhirnya umumkan akan tutup layanan-nya

Kamis, 12 Februari 2015 10:48

Pengumuman di halaman depan RapidShare

RapidShare mengumumkan akan menutup layanannya pada tanggal 31 Maret 2015, setelah tanggal itu, RapidShare menyatakan tidak lagi akan menyimpan files yang di unggah oleh User nya.


Bahkan RapidShare pun telah memasang pengumuman perihal penutupan ini di halaman situsnya.


RapidShare adalah satu layanan file hosting yang sempat populer di tahun 2009-2010, layanan yang didirikan sejak tahun 2002 ini bahkan sempat merubah nama domainnya dari RapidShare.de menjadi RapidShare.com, hingga pada 1 Maret 2010 RapidShare.de di non-aktifkan dan seluruh pengguna layanan RapidShare.de dialihkan ke RapidShare.com


Perubahan nama ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan RapidShare menjadi global. Sayangnya, saat ini, RapidShare mengumumkan akan menutup seluruh layanannya.


Disaat persaingan jasa file hosting makin ketat, RapidShare malah mematikan layanan gratisnya, semua diganti menjadi layanan Premium. Hal tersebut ditambah dengan berkembangnya sistem P2P seperti Torrent dan Limewire terbukti menggerus pangsa pasar RapidShare.


Kendala lainnya adalah banyaknya konten yang melanggar hak cipta yang diupload ke layanan ini, RapidShare masih sedikit lebih beruntung di bandingkan layanan serupa MegaUpload, yang situsnya harus di matikan paksa oleh FBI. 


Ironis memang, situs yang 5 tahun lalu berkembang sangat pesat, bahkan masuk dalam Top 50 situs paling sering dikunjungi di dunia malah harus gulung tikar karena kesulitan untuk merebut kembali tahta file hosting nomor 1.

Read also

Tentang Penulis

Reza Adhi Jakarta

Systems Engineer, Jatuh cinta dengan teknologi, startup dan Programming. Punya harapan agar tulisan saya bisa memberikan pandangan lain tentang teknologi.